-->

Kartu Prakerja kok aneh? Ini program masayarakat atau ajang bisnis?

Mau sedikit komentar mengenai kartu prakerja boleh ya?

Setelah membaca di situs resminya, yang terbesit pertanyaan dipikiran saya, apakah ini untuk penerima kartu prakerja atau ajang bisnis belaka? Mengapa demikian? Mari kita bahas.

Dari beberapa teman disekitar saya mereka memang antusias dengan program ini, tak lain dan tak bukan mereka berharap mendapat bantuan finansial, apalagi pendaftaran dibuka di tengah pandemik covid-19.

Terlepas dari ada dan tidaknya pandemik ini sebenarnya tak akan merubah pemikiran mereka juga yang mereka kejar adalah bantuan finansialnya. Realistis bukan matre. 😂

Karena saya sendiri juga penasaran seperti apa program ini akhirnya saya mencoba mendaftar dengan data diri yang di minta pada website resminya. Setelah mendaftar lalu saya harus menunggu karena ada tulisan "sedang di evaluasi".

Setelah itu saya membuka laman skill academy dan disitu ada banyak sekali vendor-vendor pelatihan. Seperti ruangguru, pintaria, pijar mahir, maubelajarapa. Saya baru paham "oh ternyata ini program pelatihan". Dan semua vendor sudah menyediakan fitur kusus untuk prakerja. 

Saya mulai menengok ruangguru terlebih dahulu, ada fotonya bapak presiden jokowi disitu sebagai promosi layanan prakerja dengan embel-embel kata "Dapatkan insentif Rp 2,55 juta lebih cepat". Jadi kita bisa dapat insentif dari pelatihan yang kita ambil. 

Saya mulai cari artikel tentang prakerja buat baca "berapa anggaran yg di keluarkan pemerintah?", dari berita menko perekonomian anggaran kartu prakerja untuk para penerima yaitu Rp 20 trilliun sebanyak 5,6 juta orang, atau kira-kira Rp 3,57 juta/orang. Dengan rincian 1 juta untul modal pelatihan 
Insentif Rp 600 rb/bulan selama 4 bulan dan 150 rb untuk survei kerja dan evaluasi.

Saya kembali ke ruangguru lagi dan ada banyak sekali paket pelatihan disana yang bisa di pilih untuk para penerima kartu prakerja. Paket tersebut berisi video dan artikel untuk dipelajari. Sambil menahan tawa karena judul paket yang banyak juga di temukan di platform gratisan youtube, akhirnya saya memilih paket yang aneh aja tentang belajar gitar. Paket berisi 7 kelas + gratis 3 bulan langganan saya ambil seharga Rp 7,66 juta diskon Rp 6,66 juta jadi cuman bayar Rp. 1 juta pas dengan saldo prakerja hehe tapi sayangnya masih kosong kan "sedang dievaluasi".

Jadi polanya :

- 1 juta (saldo prakerja) x 5,6 juta (penerima kartu) = 5,6 trilliun  masuk ke pihak aplikasi pelatihan dan setelah itu dibagi-bagi ke para vendor (pengajar, lembaga pelatihan, dsb).

-  Yang belum jelas malah untuk penerima kartu prakerjanya insentif 600 rb/bulan selama 4 bulan ini masuk kemana dan bisa ditarik atau tidak mengingat kebanyakan dari para pendaftar ingin uangnya bukan pelatihannya. Atau hanya masuk ke saldo kartu prakerja lagi? Dan para pemilik aplikasi membuat program-program baru lagi? Bisa boncos.

Saya tidak bilang bahwa pelatihan tidak penting ya, hanya saja  ga make sense aja. Saya yakin para pendaftar kebanyakan adalah orang yang berpendidikan. Pelatihan yang diberikan pun tidak menjamin anda langsung dapat pekerjaan. Dan untuk saat ini pelatihan sudah banyak sekali yang menyediakan secara gratis bisa di youtube, blog dan lain sebagainya. 

Lihat kenyataan saja, mereka butuh modal finansial untuk memulai bisnis ataupun bertahan selama melamar pekerjaan. Ada banyak orang berpotensi yang tak bisa berkarya atau bekerja hanya karena keterbatasan biaya. Belum lagi untuk penerima yang ada di pelosok, pelatihan menggunakan video membutuhkan koneksi internet yang baik.

Kalo dapet duit doang pada males dong? Ntar duitnya buat yang lain dong? 

Biarkan mereka yang kerja sebagai designer membeli alat design, fotografer membeli kamera, penulis membeli laptop, sesuai apa basic mereka. Untuk beli makan sehari-hari pun tak ada masalah kan?

Jadi seperti pertanyaan saya tadi, sebenarnya ini untuk penerima kartu prakerja atau bisnis belaka? Kok malah mereka-mereka yang untung?

Bagaimana menurut kalian?

Subscribe Our Newsletter

Buka Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel